Biji-bijian Dapat Menyebabkan Appendicitis
ADA anggapan masyarakat, bahwa jika kerap mengonsumsi makanan biji-bijian seperti biji cabai, tomat ataupun jambu klutuk, maka kita mudah kena radang usus buntu. Usus buntu juga dikatakan tak memiliki fungsi apa-apa. Benarkah demikian?
Usus buntu ternyata memiliki fungsi penting bagi tubuh. Bentuk usus buntu alias umbai cacing atau istilah kedokterannya Appendix hanya berbentuk kantung kecil yang melekat pada usus besar tepat di ujung usus halus. Panjangnya hanya sekira 8 cm, ukurannya juga lebih kecil dari usus halus.
Tapi, fungsinya lumayan penting karena usus buntu bertugas mengatur mekanisme pertahanan tubuh. Sama dengan amandel (tonsil) dan kelenjar getah bening, usus buntu juga berisi kelenjar limfoid yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh untuk mengusir bibit penyakit. Kelenjar limfoid usus buntu tersebut akan membengkak bila meradang.
Peradangan usus buntu disebut juga Appendicitis. Menurut dokter spesialis bedah digestif, Murny Abdul Rauf, radang usus buntu dapat menyerang siapa saja, mulai bayi hingga orang tua. Menurut Murny, radang bisa mengenai siapa saja jika terjadi sumbatan pada appendiks.
"Sumbatan bisa terjadi karena ada sesuatu yang masuk ke dalam usus buntu. Sesuatu bisa karena kotoran atau tinja manusia yang keras atau fekalit masuk. Bisa juga biji-bijian, bakteri dan cacing juga bisa masuk ke usus buntu. Bisa juga karena faktor luar, ada sesuatu yang menjerat usus buntu. Biasanya karena faktor bawaan," ujar dokter dari Divisi Bedah Saluran Cerna Bagian Bedah FK Unhas/RS Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Makassar di ruang kerjanya, Kamis 19 Maret.
Usus buntu yang tersumbat akan makin membesar. Di tempat itu bakteri dapat berkembang biak, menimbulkan infeksi. Perlu diketahui bahwa dalam tinja kita sangat mungkin sekali telah tercemari oleh bakteri Escherichia Coli alias E Coli. Inilah yang sering kali mengakibatkan infeksi yang berakibat radang usus buntu terjadi.
Makan cabai bersama bijinya, kata Murny, kadang tidak dicerna dalam tinja dan bisa masuk ke saluran appendiks sebagai benda asing. Begitu pula terjadinya pengerasan tinja karena konstipasi dalam waktu lama sangat mungkin ada bagiannya yang terselip masuk kesaluran appendiks yang pada akhirnya menjadi media kuman/bakteri bersarang dan berkembang biak sebagai infeksi.
Cacingan pun perlu diwaspadai. Jika cacing yang beternak di dalam usus besar nyasar memasuki usus buntu maka dapat menimbulkan apendicitis.
Menurut lulusan Fakultas Kedokteran Unhas ini, jika sumbatan terjadi dalam enam jam, usus buntu akan merah dan membengkak disebut juga Appendicitis akut.
"Jika tak ditangani atau dioperasi maka usus buntu bisa bernanah. Bahkan bisa terjadi infiltrat yakni ada massa di sekitar usus buntu membungkusnya agar tidak pecah. Bahkan bisa membuat usus buntu akan pecah atau perforasi. Infeksi pun akan meluas," beber dokter yang juga bertugas di RS Grestelina ini.
Jika usus buntu bernanah, maka biasanya dokter akan mengeluarkan nanah tersebut. "Radang pada usus buntu harus segera dioperasi apalagi kalau appendicitis akut. Lebih baik diangkat daripada pecah dapat menyebabkan kematian," ujar Murny. (*
Laporan: Angriani S. Ugart
Tidak ada komentar:
Posting Komentar