Operasi Jantung dengan Robotic Surgery
Perkembangan ilmu kedokteran saat ini makin canggih. Inovasi teknologi terus dilakukan, termasuk dalam pemeriksaan dan penanganan terbaru pasien penyakit jantung. Kini, operasi jantung dapat dilakukan dalam keadaan jantung tetap berdetak. Bahkan, pasien pun hanya mendapat luka berupa lubang pembedahan. Itu karena robot canggih ikut dalam operasi jantung. Kemajuan baru dalam pemeriksaan dan penanganan (operasi) jantung kini bisa didapatkan di National Heart Centre (NHC) Singapore sebagai pusat rujukan di kawasan regional Asia. Penyelidikan dan penanganan operasi jantung bawaan juga sudah bisa dilakukan. Senior consultant NHC Singapura, Dr Lim Chong Hee membeberkan berbagai kemajuan baru penanganan penyakit jantung dalam seminar kesehatan bertajuk Manajemen Penanganan Jantung dan Gangguan Pencernaan, dalam rangkaian acara Customer Gathering Mandiri Prioritas dan Singhealth Singapore, di Hotel Mercure Makassar, Sabtu, 14 Maret. Untuk mendeteksi Penyakit Jantung Koroner (PJK) misalnya, diagnosa tak sekadar melihat kondisi fisik pasien, menggali riwayat kesehatan dan tes darah tapi juga dapat dilanjutkan dengan berbagai pemeriksaan lain. Semisal Electrocardiogram (ECG), Exercise Stress Test, Coronary Angiography, Echocardiogram dan CT Coronary Angiography. "Sekarang di NHC juga sudah ada deteksi yang lebih mendetail, dengan Nuclear Heart Scan atau MIBI Scan, Dobotamine Stress, maupun Cardiac MRI untuk melihat sejauhmana kerusakan otot jantung," beber Lim. Dari segi pembedahan bypass juga dapat mengganti arteri jantung dengan urat nadi arteri yang ada di kaki. Bahkan, ungkap pria asal Malaysia ini, kini di NHC operasi sudah dapat dilakukan meski kondisi jantung dalam keadaan masih berdebar atau berdetak. Di Singapura, kematian operasi kurang dari 2 persen. Selain kemajuan baru dalam intervensi PJK, Lim membeberkan bagaimana mengobati penyakit jantung katup. "Perkembangan teknologi kedokteran saat ini, digunakan robotic surgery. Kami juga menggunakan robot dalam operasi. Sehingga pasien hanya mengalami lubang kecil operasi pascapembedahana," ujar dokter spesialis jantung dan bedan thoraks ini. Dalam video yang dibawa Lim dari sebuah operasinya di NHC memperlihatkan bagaimana sebuah robotic surgery ikut dalam pembedahan bersama tim dokter. Dua tangan robot yang kecil bekerja dengan gesit namun cermat mengerjakan katup jantung. Di NHC, pasien dapat melakukan berbagai operasi jantung. Seperti bedah jantung konvensional, bedah jantung tanpa mesin pengganti fungsi jantung, bedah jantung bawaan, Maze Surgery for Atrial Fibrillation, bedah rekontruksi ventrikel kiri, transplantasi jantung, bedah katup jantung termasuk perbaikan dan penggantian katup. Menurut Lim, katup yang tidak berfungsi dengan benar dapat diperbaiki ataupun diganti. Pada saat operasi perbaikan katup, posisi katup tersebut diperbaiki sedemikian rupa sehingga dapat menutup dengan baik. Adapun untuk katup yang kerusakannya sudah terlalu parah, maka katup akan diganti dengan katup buatan. NHC sendiri bebernya, merupakan rumah sakit jantung pertama di Asia yang menerima akreditas Joint Commission International (JCI). (nin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar