Minggu, 19 Juli 2009

Seks saat Hamil

Tunda Seks Saat Hamil Muda

GELORA bercinta biasanya justru tumbuh saat seorang wanita sedang mengandung. Tapi, tak semua perempuan aman melakukan seks saat hamil. Lantas, kapan bercinta itu bisa dilakukan? Sebagian masyarakat percaya bahwa bercinta saat hamil sah-sah saja dilakukan. Apalagi, saat memasuki usia kandungan sudah tua. Melakukan hubungan seks saat menanti kelahiran bayi dipercaya mampu memuluskan persalinan.
Dalam agama Islam pun dikatakan, keinginan suami untuk berhubungan intim sebaiknya tidak ditolak oleh istri. Tapi bagaimana dari segi medis? Amankah bercinta dilakukan saat hamil? Benarkah hubungan intim dapat mempermudah kelahiran. Usia kehamilan dibagi menjadi tiga periode yang disebut trimester. Pada trimester pertama, dihitung pada kehamilan berusia satu sampai tiga bulan. Tiga bulan selanjutnya disebut trimester kedua. Usia kehamilan bulan ketujuh hingga ke sembilan disebut juga trimester ketiga. Menurut dokter kebidanan dan kandungan, Eddy Hartono dari Subbagian Fertilitas dan Endokrinologi Bagian Obstetri dan Ginekologi (Obgin) FK Unhas/RS Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Makassar, sebenarnya, hubungan suami istri saat hamil bisa saja dilakukan. Tapi bagi perempuan yang memiliki kandungan yang tidak kuat, sangat tidak dianjurkan melakukan hubungan seks, apalagi jika usia kandungan baru berusia satu hingga tiga bulan. "Sebenarnya berhubungan intim bisa dilakukan saat ibu sedang hamil. Tapi itu bisa dilakukan kalau sudah lewat dari trimester pertama atau usia kehamilan masih muda. Sebab pada kehamilan muda, rahim bisa kontraksi sehingga rawan keguguran," ujar Eddy. Menurut dokter yang juga bertugas di RS Elim Makassar ini, bercinta saat usia kandungan masih muda tidak dianjurkan karena sperma dapat memicu kontraksi rahim. Dalam sperma mengandung hormon bernama prostaglandin yang dapat memicu kontraksi. Jika rahim berkontraksi maka jabang bayi yang masih muda bisa saja gugur. Eddy mewanti-wanti agar ibu-ibu hamilyang memiliki riwayat perdarahan dan keguguran tidak berhubungan intim demi menjaga si jabang bayi. Sebab, sperma yang masuk ke rahim dapat merangsang terjadinya kontraksi pada rahim sehingga dapat menyebabkan kelahiran dini alias keguguran. Bahkan menurut Eddy, bagi ibu-ibu yang memiliki plasenta previa atau posisi plasenta di bawah dilarang berhubungan seks selama kehamilan. Sebab, akan membahayakan ibu dan calon bayinya. Bagaimana ibu hamil yang tidak punya riwayat keguguran? "Ibu-ibu yang tidak punya riwayat keguguran dan perdarahan juga sebenarnya tidak disarankan berhubungan seks. Tapi kalau memang mau bercinta, jangan terlalu hot. Sperma juga sebaiknya jangan tumpah di dalam," sarannya. (nin)

1 komentar: