Namaku Aysha Ailani Fathuddin
Mama dan eyang suka memanggilku ica atau Cica
Aku lahir 1 Maret di RSIA Sitti Khadijah Jl Kartina Makassar, 3 tahun lalu tepatnya 1 Maret 2017. Aku lahir lewat persalinan bedah sesar saat mama mengalami pendarahan hebat ketika hendak melahirkanku. Saat itu mama pulang ke rumah usai rapat redaksi. Biasanya setelah rapat, sore hari mama kembali ke kantor untuk editing.
Tapi saat mama sedang asyik makan siang bersama kakak-kakakku tiba-tiba pendarahan. Saat itu, bapak baru saja berangkat ke kampus UMI untuk kuliah S2-nya. Aku mendengar kaka ariq dan sirin keluar mencari pertolongan tetangga. Di rumah hanya mama dan bapak yang menjaga kami. Jadi saat bapak harus kuliah dan kerja, mama kembali dahulu ke rumah menjaga kami. Ya, sistem giliranlah. Istilahnya bapak; jaga gawang hehehe.
Untunglah tetangga kami di BPS 2 sangat baik dan membantu mama. Baju lahiran dan pakaian bayi pun belum dimasukkan ke tas. Maklum saat itu, mama baru akan konsultasi sekali lagi dengan dokter kandungan mama, Prof Dr dr Nusratuddin SpOG yang bertugas di RS Awal Bros. Tapi Allah berkehendak lain. Aku sepertinya ditakdirkan untuk lahir hari itu walau mama tidak merasakan kontraksi.
Meski dalam keadaan lemah, mama menelpon dokter kandungan yang kebetulan sedang berada di Jakarta. Mama sendiri baru akan konsul pekan berikutnya. Dokter Nusra menyarankan mama melahirkan di RSIA Sitti khadijah karena asistennya bertugas disana. Atas bantuan tetangga, mama uni, mama mia, bude, om edi (bapak Iin) dan bapak nanda) aku dibawa ke rumah sakit.
Setelah mama di rumah sakit, bapak datang. Kaka cicin menemani kami ke rumah sakit. Kaka ariq dan abi dititip di rumah tetangga. Akhirnya kami tiba di RS. Tak berapa lama dr Nasruddin yang juga junior dokter Nusra datang dan menemaniku. Menurut dokter, rahim mama harus diangkat karena sangat berisiko. Ini kali keempat mama melahirkan dengan operasi sesar.
Menurut dokter Nas, telat lima menit mama dan aku masuk di ruang operasi, kami tidak bisa terselamatkan. Ya Allah terima kasih atas pertolonganmu kepada kami. Terima kasih kepada tetangga mama yang baik hati. Terima kasih bapak. Dengan berat hati mama mengikhlaskan rahimnya yang telah melahirkan 4 anak, dua putra dan dua putri. "Allah sudah memberiku banyak anugerah. Lakukan yang terbaik untuk keselamatan kami," kata Mama yakin.
Alhamdullilah, setelah satu jam operasi aku lahir. Tapi tidak bisa bertemu muka karena aku langsung ditangani khusus. Mama masih harus menjalani CT atau operasi pengangkatan uterus (rahim). Terima kasih mama telah melahirkanku ke dunia ini.
Aku saat baru lahir di RSIA Sitti Khadijah.
Aku anak bungsunya mama dan bapak. Sekarang aku udah 3 tahun. Kadang-kadang ikut ke kantornya mama di FAJAR, Graha Pena kalau hari Sabtu tiba. Tiap Sabtu kan mama pulangnya cepat. Senang deh bisa kenal dengan teman kantor mama bisa liat gedung tinggi pertama di Makassar.
Aku sangat suka makan coklat pasta. Kerupuk. Dan sepatu kesayanganku adalah sepatu boat. Aku paling sering diisengi sama kakak-kakak apalagi kaka Abi. Katanya aku lucu dan gemesin. Masa iya sih..... heeheheh alhamdulillah punya kakak yang sangat sama aku. Walau kadang aku ga dikasi mainan samakaka cicin.
Aku dan bapak saat aku berusia 7 bulan.
Kaka pertamaku kaka cicin, kaka keduaku Ariq, kaka ketiga ku Abi. Kakak Cicin sering ngalah kasi mainan ke aku walau dia sering bentak karena mainan kesayangannya aku rusakin... Maaf ya kakak. Tapi saat mama kerja dan papa mengajar di kampus, kaka cicin dan kaka lainnya yang menjaga dan mengajakku bermain.
Aku dan kaka Abi tersayang dan suka iseng
Kaka Ariq bilang, aku yang paling menggemaskan urutan pertama, dan Angel kucing peliharaan kami yang menggemaskan nomor dua. Hehehehe, kaka Ariq ada-ada saja.
Kaka Ariq suka teriak kalau mainannya diambil hehehe. sama kayak aku kalau sedang asyik main, eh kaka Abi datang merebut mainanku. Wah aku bisa jadi marah dan melempar apa yang ku pegang.
Aku saat bayi umut bersama kaka cicin
Aku berusia 2 tahun di depan mainan lilin kaka Ariq
Mama, kaka cicin, kaka ariq dan kaka abi yang baru berusia 2 tahun. Aku belum lahir, masih sama Allah.
Kalau sudah begitu mama pasti datang melerai. Mama kadang marah liat anak-anaknya ribut rebutan mainan. Maaf ya mama.
Sekarang aku sudah sedikit fasih berbicara. Karena usia sudah 3 tahun 2 bulan hehehe. Sekarang bulan Mei mau masuk Ramadan.
Pakai jilbabnya mama. Aku cantik kan?
Sabtu, 4 Mei hari ini, aku ikut mama ke Kantor bersama Kaka Cicin. Senangnya. Bisa gambar-gambar di kantornya mama. Baru-baru ini kaka cicin wisuda SDIT Al Akhyar 27 April di Hotel Dalton.
Tim drama TPA An Nahl pengisi acara saat wisuda Santri Kaka Cicin,
Minggu 28 April di Unismuh.Usai drama, kaka Cicin (kanan) diwisuda)
Foto bersama usai wisuda sekolah SDIT Al Alhyar; Eyang, kaka, aku dan mama Anggi
Sabtu hari ini, 4 Mei aku dan kaka Cicin ikut ke kantor.
Aku saat di kantor
Tunggu aku dengan cerita berikutnya ya.
Anggi Fathuddin
Berbagi Ilmu dan Cinta
Jumat, 03 Mei 2019
Selasa, 25 September 2018
Fakta Gili Trawangan
Buat kamu yang ingin jalan-jalan ke Gili Trawangan. Cek di bawah ini!
·
Pemandangan eksotik yang dimiliki Gili Trawangan menjadi magnet wisatawan.Photo by Anggi S UgartSpot favorit saat sunset adalah berfoto di ayunan yang banyak berdiri di sepanjang pantai Gili Tarawang. Mei 2018. Photo by Anggi S Ugart
• Pantai berpasir putih dengan beragam pilihan wisata air. Snorkeling, diving, surfing dan glass bottom boat.
• Didominasi turis asing. Itu karena di pulau ada berjejer hotel, resort, vila. Juga kafe dan bar yang berkonsep internasional dan butik ternama. Tarifnya pun beragam mulai Rp300 ribu hingga jutaan.
• Penduduk lokal tinggal di bagian tengah. Mereka menyerahkan lahan di tepi pantai untuk investor. Makanya banyak kafe dan hotel berjejer di pinggir pantai. Namun mereka tetap terlibat dengan mendirikan Koperasi Janur Indah. Koperasi ini memiliki 40 unit cidomo.
(Data Mei 2018)
• Ada ATM Center. Tak perlu khawatir kehabisan uang tunai. Di Trawangan sudah ada ATM. Bayar di beberapa store pun bisa pakai credir or debet card.
• Tak ada kendaraan bermotor. Pulau ini bisa dibilang bebas asap kendaraan. Penduduk lokal maupun turis hanya menggunakan sepeda dan cidomo sebagai sarana transportasi.
• Diving. Ada banyak tempat di Gili Trawangan yang menawarkan dive tour, diving course berlisensi PADI, bahkan free diving dan marine walk.
Snorkeling di perairan antara Gili Trawangan dan Meno. Di sini, turis bisa melihat karang biru dan patung bawah laut berbentuk manusia karya seniman asal London. Mei 2018. Photo by Anggi S Ugart
• Sunrise Rinjani. Selain sunset, nikmati keindahan sunrise atau matahari terbit berlatar belakang Gunung Rinjani.
• Karang biru langka. Hanya ada dua karang biru di dunia ini, yakni di Maldive dan Gili Trawangan, Indonesia!
Karang biru yang langka. Sumber: florentinaworo.wordpress
(anggi s ugart)
Cantiknya Karang Biru di Gili Meno
Semua penasaran ingin menyaksikan keindahan alam bawah laut Gili Trawangan dan Meno. Photo by Anggi
Keindahan pantai serta alam bawah laut tak hanya
milik Gili Trawangan. Di Gili Meno justru menyimpan kecantikan alami. Dari
Senggigi tepatnya Bangsal Anda juga bisa mencapainya dalam waktu satu jam. Sama
jika Anda ingin menuju Trawangan.
Gili Meno memiliki kekayaan laut yang lebih
beragam. Penulis sempat melihat keindahan karang biru yang tergolong langka di
dunia. Sebab, karang biru hanya ada dua di dunia, Meno di Provinsi Nusa
Tenggara Barat dan di Laut Carribean. Warnanya biru terang. Ikan-ikan hias pun
cantic. Ada angel fish dan ikan badut alias nemo.
Meno memiliki air yang jernih sebening kaca dan
pantai pasir putih yang lebih eksotik dibanding dua gili tetangganya, Trawangan
dan Air. Meno juga memiliki beragam biota laut yang masih alami baik dari jenis
karang dan ikan. Daya tarik utamanya adalah berenang bersama penyu. Jangan
lewatkan snorkeling, berenang, paddling, transparan kayaking atau berkeliling
pulau dengan glass bottom boat.
Berpose di perairan Gili Meno. Di bawah sana ada karang biru yang cantik tapi langka.
Sayangnya, penulis tidak sempat kayaking maupun
bertemu dengan penyu. Apalagi melihat danau yang berada di tengah Gili Meno.
Soalnya lebih penasaran melihat patung berbentuk manusia karya Jason deCaires
Taylor, seorang seniman patung kelahiran London Inggris.
Beberapa wisatawan bertumpuk di spot patung yang
sempat menjadi kontroversi karena bentuknya yang dinilai vulgar. Ada yang
sekadar melihat ada juga yang foto bersama patung.
Patung eksentrik di dasar perairan antara Gili Meno dan Trawangan. Photo by Radar Lombok
Jason deCaires Taylor, seorang seniman patung kelahiran London Inggris yang membuat patung-patung tersebut. Ia juga seorang pemerhati lingkungan dan fotografer profesional bawah laut. Sumber: suarantb.
Rasanya tak cukup sehari jika ingin traveling
menjelajahi Gili Meno. Namun, jika Anda ingin ke Lombok, selain Gili Trawangan,
mampirlah ke Gili Meno. Di sini, ada beberapa hotel bertarif lebih murah. Ada
pula kafe dan restoran dengan menu beragam dan halal. (anggi s ugart)
Culinary Night at Gili Trawangan
Sajian Seafood dan Khas Lombok di Culinary Night
Selain
tur sepeda dan cidomo keliling pulau, Anda juga bisa mencoba aktivitas lain
yang paling disukai wisatawan mancanegara di Gili Trawangan. Snorkeling, diving,
kayaking, melihat keindahan bawah laut dengan Glass Bottom Boat dan surfing.
Soal
kuliner, Anda tak perlu cemas. Menu Asia, Prancis dan Italia pun disajikan oleh
kafe maupun restoran yang berjejer di sepanjang pantai Gili Trawangan. Tetapi
jika ingin hemat, Anda bisa membawa air mineral atau snack dari Mataram.
Soalnya, harga di Trawangan bisa naik 3 kali lipat.
Saat
sunset berlalu, keramaian Trawangan mulai terasa di malam hari. Jalan-jalan berpasir
makin ramai oleh sepeda dan turis yang lalu lalang. Musik dari bar dan kafe
riuh. “Makin malam di sini makin ramai, Mbak. 24 jam,”ujar Faturahman, driver
Cidomo. Menurut dia, wisatawan kerap menggunakan jasa cidomo untuk
transportasi. Tak kurang ada 40 unit cidomo yang dikelola oleh masyarakat lokal
yang bergabung di koperasi Janur Indah.
Benar
saja. Beberapa turis tampak bergegas menuju club malam. Ada dua pub yang
tampaknya menggelar pesta di malam Minggu itu, Jiggy dan Jungle. Meski
demikian, ada juga turis asing yang lebih memilih jalan-jalan saja. Dia adalah
Claudia dan Patricia. Keduanya berasal dari Spanyol. “Kami di sini 15 hari.
Jalan-jalan sama teman,” ujar Patricia. Dari Trawangan mereka masih akan ke
Bali. Pantai, snorkeling dan fasilitas yang lengkap menjadi pemikat keduanya
untuk datang ke Trawangan.
Apalagi
di pulau kecil ini ada pasar malam atau culinary night yang menjajakan seafood
dan menu khas Lombok seperti plecing dan sate. Anda bisa memilih seafood segar
lalu dibakar dan dihidangkan dengan nasi. Tiga ekor udang besar seharga Rp100
ribu, cumi Rp50 ribu dan lobster dijual mulai Rp500 ribu hingga Rp900 ribu.
Selain
seafood ada juga ayam taliwang, sate ikan dan sate ayam yang pedas. Juga ada
plecing yang mirip urap. Harganya pun bersahabat. Dengan Rp10 ribu Anda sudah
bisa mendapat tiga tusuk sate ayam. Anda tinggal pilih sesuai selera dan
budget. (nin)
Menikmati Wisata di Gili Trawangan
Pulau Tanpa Kendaraan Bermotor
SUDAH punya pilihan tempat berlibur? Jika belum, bersiaplah
menikmati keindahan sunset pantai
berpasir putih Gili Trawangan dan cycling tour keliling pulau.
Gili Trawangan termasuk destinasi wisata yang populer di
dunia yang memiliki sarana dan fasilitas modern. Namun udaranya bersih karena
tak satu pun kendaraan bermotor yang penulis temui kecuali alat transportasi
berupa sepeda dan cidomo. Di Makassar, kita menyebut cidomo ini dengan bendi
atau delman.
Cidomo yang bisa mengantar wisatawan tur keliling pulau. Photo by Anggi S Ugart
Mereka menyewakan kudanya untuk dipakai berkeliling.Kuda ini sudah jinak lo! Photo by Anggi S Ugart
Lokasinya
strategis, dekat Bali. Cukup 30 menit dengan fast boat dari Bali ke Trawangan.
Fasilitas akomodasi, hiburan dan wisatanya berkelas inernasional. Meski
demikian, keindahan pantai dan bawah lautnya serta warisan budaya
begitu terjaga.
Inilah yang menjadi magnet bagi wisatawan utamanya mancanegara. Sulawesi Selatan,
pun sebenarnya memiliki pulau andalan yakni Samalona, Kodingareng Keke dan Kayangan, Camba Cambang
dan Kapoposang.
Ini hotel terkenal yang kami tempati selama liputan di Trawangan
Salah satu fasilitas kolam renang yang dimiliki Vila Ombak..Photo by Anggi S Ugart
Kamar tidur yang nyaman dan lengkap fasilitasnya. Photo by Anggi S Ugart
Ada beberapa tempat main catur di Ombak. Salah satunya ini nih. Jumbo size heheheh
Berpose di depan salah ruang VIP Room
Hanya
saja, kita kalah jauh dari segi pengelolaan. Fasilitas
akomodasi mulai dari kelas bungalow hingga resort mewah bisa Anda temui.
Tarifnya, Rp300 ribu per kamar hingga jutaan rupiah. Kafe, restoran, bar, club
malam bertebaran di sepanjang pantai. Menunya pun internasional. Mulai Eropa,
Italia dan Asia. Semua lengkap. Tak heran jika Telkomsel memilih Gili Trawangan
sebagai lokasi Media Gathering Nasional 2018 pada 11-13 Mei lalu.
Kami start dari Pantai Mentigi menuju Trawangan.Photo by anggi s ugart
Rombongan Gathering Telkomsel siap start dari Mentigi ke Gili Trawangan
Ini di atas speed boat. Waktu tempuh Mentigi ke Trawangan hanya 15 menit.
Kami
start dari pantai pasir
putih, Mentigi Lombok Utara. Waktu tempuhnya hanya 10 menit dengan speet boat. Gili
artinya pulau kecil. Awalnya, pulau yang secara administratif masuk ke
Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini adalah
perkampungan nelayan.
Kini, telah beralih wujud menjadi pulau wisata modern
yang menawarkan berbagai paket akomodasi dan diving. Biasanya pada musim libur
Juni hingga Agustus, traffic kunjungan wisatawan meningkat. Tak hanya ke
Trawangan tetapi juga ke dua gili lainnya,
Meno dan Gili Air.
Apalagi jarak antara ketiga pulau ini hanya butuh waktu 10 menit dengan speed
boat.
Turis
asal Uruguay, Luis Alfredo menjadikan Trawangan sebagai destinasi keduanya
setelah menjelajah keindahan Bali. Pantai pasir putih, sunset, dan kegiatan
snorkeling menjadi favoritnya. Luis tidak sendiri. Dia bersama teman-temannya,
Olga dan Gabriella. “Kami dari Bali dan menuju ke Trawangan. Kami di sini sudah
hampir sepekan. Besok (Minggu) akan kembali ke Uruguay. Pantai di sini sangat
cantik. Lautnya juga indah,” ujar Luis yang menjagokan tim sepak bola negaranya
menjadi champions di World Cup 2018 di Rusia.
Dermaga Vila Ombak, Gili Trawangan. Photo by Anggi S Ugart
Dermaga Gili Trawangan. Cantiknya sudah terlihat.
Kembali
ke Trawangan. Jika memilih berangkat dari Mentigi ke Trawangan, Anda
harus merogoh kocek Rp400 ribu untuk mencarter speed boat untuk satu kali
jalan. Kapasitasnya, hanya 10 orang lengkap dengan life vest atau pelampung.
Namun ada juga kapal yang berkapasitas hingga 20 orang. “Musim seperti ini
sudah mulai ramai, Mbak. Juni sampai Agustus kebanyakan dari Eropa. Ada yang ke
Trawangan ada juga yang ke Gili Meno dan ke Air. Jaraknya kan dekat dan
sama-sama cantik
pantainya,” ujar Boka, pemuda asli Lombok yang menjadi nakhoda speed boat.
Sebenarnya, ada tiga gili yang terkenal wisatanya di
Lombok yakni Trawangan, Meno dan Gili Air.Ketiga gili ini disebut juga Gili
Matra dan masuk dalam kawasan Konservasi Perairan Nasional. Letaknya berjejer
dan yang terdekat dengan Pulau Lombok adalah Air lalu Meno kemudian Trawangan.
Dibanding Air dan Meno, Gili Trawangan yang begitu
populer. Trawangan tergolong yang paling luas dibanding kedua gili lainnya. Luasnya
mencapai 340 hektare. Adapun Gili Air luasnya 188 hektare, dan Meno seluas 150
hektare. Di Meno
inilah ada penangkaran penyu dan patung eksentrik berupa manusia yang berada di
bawah permukaan laut.
Di
Trawangan, kita bisa memulai cycling tour atau bersepeda keliling pulau menuju
sunset spot sepanjang 2,5 kilometer. Di Sunset spot nanti Anda akan menemui
ayunan bertulis Ombak Sunset. Ini adalah ayunan pertama hadir di Trawangan dan
hits di media sosial. Kini, ayunan serupa sudah banyak didirikan di
pantai. Di spot inilah, turis asing berderet
menanti tenggelamnya matahari di peraduan.
Penulis
pun memilih cycling tour ketimbang cidomo. Lebih leluasa jika ingin mampir
berfoto di spot foto yang indah. Tarif sewa sepeda juga murah, Rp50 ribu sekali
sewa.Jika Anda memilih cidomo bersama teman-teman juga menarik. Satu kali naik,
siapkan Rp300 ribu.
Sepanjang
perjalanan, Anda akan banyak menemui turis asing. Penduduk lokal berada di
bagian tengah pulau. “Massage, Mbak,” ujar perempuan paruh baya berkulit sawo
matang, tersenyum ramah. Saya memarkir sepeda. Mendekat dan melihat seorang
perempuan muda lainnya sedang memijat seorang pria.
Turis sedang menikmati Massage dari Ibu Asia, warga asli Trawangan.Photo by Anggi S ugart
Salah satu kafe di pantai Gili Trawangan. Tertata dan nyaman untuk bersantai. Beberapa diantaranya menyediakan screen untuk memutar film. Photo by Anggi S Ugart
Hewan itu harus disayang dulu, biar kita tidak terlempar hahahah. Apalagi baru kenal.
Menurut Asiah, perempuan
yang menawarkan jasa pijat,satu kali pijat tarifnya Rp100 ribu per jam.
Sebenarnya penasaran juga ingin mencoba pijatan khas Lombok , tetapi nanti
sajalah. Masih ada acara berkuda dan main ayunan yang tak boleh dilewatkan jika
berlibur di Trawangan.
Selain
cycling tour dan cidomo, berkuda di sepanjang pantai wajib Anda coba. Bahkan
Manager Corporate Communications Telkomsel Area IV Pamasuka, Rina Dwi Noviani tak ketinggalan
menunggangi kuda Lombok di pantai. "Seru nih, naik kuda di tepi pantai,"ujar wanita berjilbab ini tersenyum riang. (*)
Tugas Liputan di Gili Trawangan, Lombok Utara
11-13 Mei 2018
Meenikmati matahari pagi di pantai indah berpasir putih
Kembang kertas raksasa tumbuh indah di tengah Gili Trawangan
Naik kuda asli Sumbawa. Tetapi gue beraninya hanya di tepi pantai
Thanks To Harian FAJAR dan Telkomsel
Langganan:
Komentar (Atom)

















































