Pulau Tanpa Kendaraan Bermotor
SUDAH punya pilihan tempat berlibur? Jika belum, bersiaplah
menikmati keindahan sunset pantai
berpasir putih Gili Trawangan dan cycling tour keliling pulau.
Gili Trawangan termasuk destinasi wisata yang populer di
dunia yang memiliki sarana dan fasilitas modern. Namun udaranya bersih karena
tak satu pun kendaraan bermotor yang penulis temui kecuali alat transportasi
berupa sepeda dan cidomo. Di Makassar, kita menyebut cidomo ini dengan bendi
atau delman.
Cidomo yang bisa mengantar wisatawan tur keliling pulau. Photo by Anggi S Ugart
Mereka menyewakan kudanya untuk dipakai berkeliling.Kuda ini sudah jinak lo! Photo by Anggi S Ugart
Lokasinya
strategis, dekat Bali. Cukup 30 menit dengan fast boat dari Bali ke Trawangan.
Fasilitas akomodasi, hiburan dan wisatanya berkelas inernasional. Meski
demikian, keindahan pantai dan bawah lautnya serta warisan budaya
begitu terjaga.
Inilah yang menjadi magnet bagi wisatawan utamanya mancanegara. Sulawesi Selatan,
pun sebenarnya memiliki pulau andalan yakni Samalona, Kodingareng Keke dan Kayangan, Camba Cambang
dan Kapoposang.
Ini hotel terkenal yang kami tempati selama liputan di Trawangan
Salah satu fasilitas kolam renang yang dimiliki Vila Ombak..Photo by Anggi S Ugart
Kamar tidur yang nyaman dan lengkap fasilitasnya. Photo by Anggi S Ugart
Ada beberapa tempat main catur di Ombak. Salah satunya ini nih. Jumbo size heheheh
Berpose di depan salah ruang VIP Room
Hanya
saja, kita kalah jauh dari segi pengelolaan. Fasilitas
akomodasi mulai dari kelas bungalow hingga resort mewah bisa Anda temui.
Tarifnya, Rp300 ribu per kamar hingga jutaan rupiah. Kafe, restoran, bar, club
malam bertebaran di sepanjang pantai. Menunya pun internasional. Mulai Eropa,
Italia dan Asia. Semua lengkap. Tak heran jika Telkomsel memilih Gili Trawangan
sebagai lokasi Media Gathering Nasional 2018 pada 11-13 Mei lalu.
Kami start dari Pantai Mentigi menuju Trawangan.Photo by anggi s ugart
Rombongan Gathering Telkomsel siap start dari Mentigi ke Gili Trawangan
Ini di atas speed boat. Waktu tempuh Mentigi ke Trawangan hanya 15 menit.
Kami
start dari pantai pasir
putih, Mentigi Lombok Utara. Waktu tempuhnya hanya 10 menit dengan speet boat. Gili
artinya pulau kecil. Awalnya, pulau yang secara administratif masuk ke
Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini adalah
perkampungan nelayan.
Kini, telah beralih wujud menjadi pulau wisata modern
yang menawarkan berbagai paket akomodasi dan diving. Biasanya pada musim libur
Juni hingga Agustus, traffic kunjungan wisatawan meningkat. Tak hanya ke
Trawangan tetapi juga ke dua gili lainnya,
Meno dan Gili Air.
Apalagi jarak antara ketiga pulau ini hanya butuh waktu 10 menit dengan speed
boat.
Turis
asal Uruguay, Luis Alfredo menjadikan Trawangan sebagai destinasi keduanya
setelah menjelajah keindahan Bali. Pantai pasir putih, sunset, dan kegiatan
snorkeling menjadi favoritnya. Luis tidak sendiri. Dia bersama teman-temannya,
Olga dan Gabriella. “Kami dari Bali dan menuju ke Trawangan. Kami di sini sudah
hampir sepekan. Besok (Minggu) akan kembali ke Uruguay. Pantai di sini sangat
cantik. Lautnya juga indah,” ujar Luis yang menjagokan tim sepak bola negaranya
menjadi champions di World Cup 2018 di Rusia.
Dermaga Vila Ombak, Gili Trawangan. Photo by Anggi S Ugart
Dermaga Gili Trawangan. Cantiknya sudah terlihat.
Kembali
ke Trawangan. Jika memilih berangkat dari Mentigi ke Trawangan, Anda
harus merogoh kocek Rp400 ribu untuk mencarter speed boat untuk satu kali
jalan. Kapasitasnya, hanya 10 orang lengkap dengan life vest atau pelampung.
Namun ada juga kapal yang berkapasitas hingga 20 orang. “Musim seperti ini
sudah mulai ramai, Mbak. Juni sampai Agustus kebanyakan dari Eropa. Ada yang ke
Trawangan ada juga yang ke Gili Meno dan ke Air. Jaraknya kan dekat dan
sama-sama cantik
pantainya,” ujar Boka, pemuda asli Lombok yang menjadi nakhoda speed boat.
Keindahan pantai Gili Trawangan di pagi hari. Mei 2018. Photo by Anggi S. Ugart
Sebenarnya, ada tiga gili yang terkenal wisatanya di
Lombok yakni Trawangan, Meno dan Gili Air.Ketiga gili ini disebut juga Gili
Matra dan masuk dalam kawasan Konservasi Perairan Nasional. Letaknya berjejer
dan yang terdekat dengan Pulau Lombok adalah Air lalu Meno kemudian Trawangan.
Dibanding Air dan Meno, Gili Trawangan yang begitu
populer. Trawangan tergolong yang paling luas dibanding kedua gili lainnya. Luasnya
mencapai 340 hektare. Adapun Gili Air luasnya 188 hektare, dan Meno seluas 150
hektare. Di Meno
inilah ada penangkaran penyu dan patung eksentrik berupa manusia yang berada di
bawah permukaan laut.
Di
Trawangan, kita bisa memulai cycling tour atau bersepeda keliling pulau menuju
sunset spot sepanjang 2,5 kilometer. Di Sunset spot nanti Anda akan menemui
ayunan bertulis Ombak Sunset. Ini adalah ayunan pertama hadir di Trawangan dan
hits di media sosial. Kini, ayunan serupa sudah banyak didirikan di
pantai. Di spot inilah, turis asing berderet
menanti tenggelamnya matahari di peraduan.
Menanti sunset, para turis duduk di sepanjang pantai Trawangan. Photo by anggi s. ugart
Penulis
pun memilih cycling tour ketimbang cidomo. Lebih leluasa jika ingin mampir
berfoto di spot foto yang indah. Tarif sewa sepeda juga murah, Rp50 ribu sekali
sewa.Jika Anda memilih cidomo bersama teman-teman juga menarik. Satu kali naik,
siapkan Rp300 ribu.
Sepanjang
perjalanan, Anda akan banyak menemui turis asing. Penduduk lokal berada di
bagian tengah pulau. “Massage, Mbak,” ujar perempuan paruh baya berkulit sawo
matang, tersenyum ramah. Saya memarkir sepeda. Mendekat dan melihat seorang
perempuan muda lainnya sedang memijat seorang pria.
Icip- icip jajanan traditional night market in Gili Trawangan.Photo by Anggi S Ugart
Turis sedang menikmati Massage dari Ibu Asia, warga asli Trawangan.Photo by Anggi S ugart
Salah satu kafe di pantai Gili Trawangan. Tertata dan nyaman untuk bersantai. Beberapa diantaranya menyediakan screen untuk memutar film. Photo by Anggi S Ugart
Hewan itu harus disayang dulu, biar kita tidak terlempar hahahah. Apalagi baru kenal.
Menurut Asiah, perempuan
yang menawarkan jasa pijat,satu kali pijat tarifnya Rp100 ribu per jam.
Sebenarnya penasaran juga ingin mencoba pijatan khas Lombok , tetapi nanti
sajalah. Masih ada acara berkuda dan main ayunan yang tak boleh dilewatkan jika
berlibur di Trawangan.
Selain
cycling tour dan cidomo, berkuda di sepanjang pantai wajib Anda coba. Bahkan
Manager Corporate Communications Telkomsel Area IV Pamasuka, Rina Dwi Noviani tak ketinggalan
menunggangi kuda Lombok di pantai. "Seru nih, naik kuda di tepi pantai,"ujar wanita berjilbab ini tersenyum riang. (*)