Minggu, 17 Agustus 2014

BROWNIES PROKLAMASI

Minggu, 17 Agustus 2014, siang

Bersama buah hatiku, Sirin dan Ariq punya cara sendiri merayakan HUT RI. Simpel dan seru. Cukup membuat brownies usai mereka mengikuti perlombaan di pos gaul, belakang rumah. Ngocok telur bergantian dengan Riska (assisten rumah tangga), Ariq dan Sirin. Akhirnya, jadi juga tuh brownies.
" Hemm enak juga nih..."kata Bapak Fatah. Senyum lebar terhias di wajah yuniorku yang doyan masak. Apalagi si Ariq. Sejak kemarin malam minta dibikinin kue. Bolak balik ngejagain mixer dan microwave. Sayangnya, mixer rusak. Jadi, ya manual. hehheeh. 


Cukup dengan coklat bubuk, coklat chip, dan bahan lainnya,, wah 30 menit jadi deh. Mudah dan yummmmy. Boleh disanding sama brownies toko kue tetangga hehehe

Tips Menghindari Kesulitan Finansial Masa Tua

Saat Anda menginjak usia 30 puluh tahun, artinya sudah siap secara keuangan dibandingkan saat berusia 20 tahunan.


Namun sebelum Anda membeli mobil dan pakaian mahal atau berlibur ke tempat-tempat eksotis, pikirkanlah untuk meningkatkan pendapatan terlebih dahulu.

Selain itu agar Anda hidup sejahtera di hari tua, hindari untuk bersikap boros saat memasuki usia 30-an. Maklum, masa-masa ini merupakan periode yang banyak menyita uang. Misalnya, saat menikah, membeli rumah baru atau punya anak.

Banyak cara yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari kesulitan finansial di masa tua. Berikut tiga cara yang bisa dilakukan orang-orang berusia 30-an untuk meningkatkan pendapatannya:

1. Siapkan pensiun Anda
Anda mungkin punya banyak uang. Namun yang harus menjadi fokus adalah mempersiapkan diri menghadapi usia 30 tahun-an dengan pernikahan, properti dan biaya-biaya rumah tangga tak terduga.

Jika Anda sudah mempersiapkan diri sejak dini, maka masa tua akan bahagia. Anda perlu membuat rencana keuangan yang matang dan pastikan pensiun bisa membantu di hari tua.
Uang yang Anda simpan saat berusia 30 tahunan akan sangat berguna kapanpun butuh uang tunai. Anda harus pandai menghemat pengeluaran, dan gunakan skema tabungan pensiun yang aman.


2. Berinvestasi
Investasi yang cerdik merupakan gagasan hebat jika punya uang lebih setiap bulannya. Berinvestasi tak berarti Anda harus ke pasar saham.

Ada jutaan usaha di mana Anda bisa berinvestasi di dalamnya. Beberapa target investasi menjanjikan bisa dijajaki, seperti perusahaan, film, dapur rekaman, properti dan sebagainya.

Sebelum mulai, Anda harus menentukan berapa jumlah yang ingin diinvestasikan, berapa return yang diharapkan, dan berapa besar risiko yang harus ditanggung.

Penting bagi Anda untuk menganalisa, mengamati, dan memahami prospek bisnis tertentu sebelum mulai berinvestasi.

3. Menabung

Jika Anda tak berminat untuk berinvestasi, maka jangan lupa tabung uang Anda. Banyak sekali bank yang menawarkan paket tabungan dengan bunga yang lumayan. Mulailah menabung dan hiduplah dengan sejahtera sejak Anda berusia 30 tahun. (dari mirror.co.uk)

Cara Cerdas Kelola Keuangan Bulanan




Pada awal bulan uang gaji masih tebal. Namun kadang kala belum sampai akhir bulan, isi dompet sudah menipis dan Anda pun tak punya sisa uang untuk ditabung.

Sun Life Financial Indonesia memberikan tiga tips dalam menyelamatkan keuangan bulanan. Ada tiga kebiasaan penting yang sering luput dari pengelolaan uang bulanan, yaitu planning, priority, dan back up plan.

1. Planning
Sebaiknya, buatlah rencana pengeluaran sebelum menerima gaji. Sehingga ketika gaji sudah di tangan, Anda langsung dapat menjalankan rencana yang sudah disusun.

Agar lebih mudah, mulai dengan mencatat kembali pengeluaran selama tiga bulan ke belakang untuk mengetahui pos-pos yang harus dihemat atau dihilangkan sama sekali.


Misalnya, setelah review tiga bulan ke belakang, ternyata lebih banyak mengeluarkan uang untuk entertainment, seperti nonton film dan mencicipi makanan di restoran mahal. Mulai bulan depan Anda bisa menurunkan pos entertainment tersebut agar lebih hemat dan terkendali.

Intinya, dalam melakukan pengeluaran, bersikaplah realistis. Jangan sampai Anda mengurangi pos yang tidak seharusnya. Sebagai contoh agar lebih hemat Anda mengurangi budget tagihan internet. Padahal pekerjaan menuntut Anda untuk selalu terkoneksi dengan internet.

Sebaiknya Anda juga memiliki sebuah jurnal untuk mencatat pengeluaran Anda dalam satu bulan. Catat semua barang dan jasa yang dibeli secara detail, sertakan nominal pembelian, waktu pembelian dan tempat Anda membelinya. Bandingkan rencana keuangan Anda dengan pengeluaran nyata. Apakah sudah sama nominalnya, atau malah berlebih?

2. Priority


Apa prioritas keuangan Anda setiap bulan? Membayar semua tagihan yang dibutuhkan. Misalnya, biaya transportasi, belanja bulanan, listrik, air atau membayar cicilan rumah.

Pengeluaran rutin yang masuk dalam prioritas utama bisa disebut sebagai kebutuhan jangka pendek atau kebutuhan premier. Sedangkan, pengeluaran yang sifatnya sekunder dan tersier, misalnya berlibur setiap akhir pekan, membeli barang-barang bermerek, dan membeli gadget.

Dalam membuat prioritas, urutkan pengeluaran rutin bulanan dalam prioritas utama. Pengeluaran sekunder dan tersier yang harus dihemat. Jika sudah mengganggu kebutuhan primer, Anda bisa menghilangkannya dalam daftar perencanaan keuangan bulanan.

Agar tidak jalan di tempat dan pengelolaan keuangan Anda mengalami pergerakan yang positif, jangan selalu berpikir untuk kebutuhan jangka pendek. Tetapkan tujuan untuk mencapai tujuan jangka panjang.

Misalnya, menambah tabungan sebesar Rp 50 juta dalam satu tahun. Jangan lupa untuk mulai berinvestasi dan menyiapkan dana tak terduga jika sewaktu-waktu Anda sakit.

3. Back up plan

Back up plan bisa diartikan mempersiapkan dana cadangan yang sewaktu-waktu dalam keadaaan darurat bisa diambil. Pisahkan dana cadangan ini dari tabungan sehari-hari, atau tabungan yang bisa diambil sewaktu-waktu.

Dana cadangan memiliki umur yang sangat panjang, hingga sesuatu hal darurat terjadi. Seperti menabung, dana cadangan juga harus disiapkan dengan penuh komitmen. Misalnya, Anda telah menggunakan 50% dana cadangan untuk membayar biaya rawat inap anggota keluarga yang sakit, maka Anda harus mengembalikan saldo dana cadangan seperti semula.

Cara lain, dengan memiliki asuransi. Asuransi kesehatan, asuransi pendidikan hingga asuransi jiwa berjangka adalah produk-produk keuangan yang bisa Anda pilih untuk dana cadangan Anda. 
(disitat dari ciputraenterpreneurship)
 Cara Menghemat Biaya Hidup

Biaya hidup bisa mahal, tapi menghemat pengeluaran memungkinkan Anda untuk membangun portofolio investasi, melunasi utang, menempatkan anak-anak Anda melalui perguruan tinggi, hingga menabung untuk masa pensiun.

Hal ini juga memungkinkan Anda untuk membuat perubahan gaya hidup yang signifikan. Sebagai contoh, Anda mungkin ingin kembali ke sekolah, mulai mengajar kelas yoga, atau mengejar mimpi menulis.



Berikut beberapa tips mudah untuk menghemat biaya hidup Anda.

1. Buatlah daftar pengeluaran saat ini
Perkirakan berapa banyak uang yang Anda habiskan untuk biaya bulanan pada bahan makanan, pemeliharaan barang-barang rumah tangga, dan pakaian.

2. Tentukan anggaran dan sesuaikan dengan daftar pengeluaran Anda
Barang tetap, seperti cicilan mobil dan sewa, akan tetap sama sedangkan beban lain dapat disesuaikan agar sesuai dengan anggaran Anda.

3. Cobalah untuk mengubah layanan yang masuk ke dalam anggaran Anda
Anda dapat memotong biaya rumah tangga dengan beralih ke layanan yang lebih rendah pengeluarannya

4. Mengetahui hal-hal yang dapat Anda lakukan tanpanya
Ponsel, video game, keanggotaan film sewa, dan biaya lain-lain dapat menghabiskan anggaran bulanan Anda. Pertimbangkan pemotongan biaya ini sampai Anda mampu membelinya.


5. Go green
Mematikan lampu, naik sepeda untuk bekerja, mandi tidak terlalu lama, dan memastikan air di keran tidak menetes, tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga akan mengurangi biaya rumah tangga Anda. (disitat dari ciputraentrepreneurship)

Jumat, 15 Agustus 2014

Yunior ku Abi Tepuk-tepuk Tangan yukkk

Jumat, 15 Agustus 2014

Sudah sangat lama yang tidak menulis blog. Maklum, banyak kerjaan. Satu lagi yang jadi alasan adalah aku sudah memiliki Farabi Fathuddin. Putra ketigaku yang tampan mirip orang Korea hehheehehe.

Saat ini, Abi, panggilan sayang untuk Farabi sudah setahun usianya. Dia lahir Senin pagi 29 Juli 2014 pukul 10.59 WIta di RS Awal Bros Jakarta. Pakai Inhealh. Asuransi dari Harian FAJAR, Makassar perusahaan media tempatku bekerja sejak tahun 2001 silam.
Mama Anggi dan Fatin Najla' Sirin Fathuddin       
Fatin Najla Sirin Fathuddin, FAJAR, 15 Mei 2014
Farabi Fathuddin Usia 10 Bulan
Mama Anggi dan Ariq Achtar Fathuddin 15 Mei2014
















Seperti anak-anak Mama sebelumnya, Fatin Najla'Sirin, Arif Achtar Fathuddin, Abi juga anak yang sehat, lucu menggemaskan dan pintar. Sekarang Abi sudah bisa bilang papa, ma-ma, chachaca... kalau ada sesuatu yang diinginkan. Abi juga bisa mengikuti gerakan saat mama menyanyikan : Tepuk-tepuk tangan bersuka-suka.... Tangan di kepala... tangan di pinggang. Abi pun akan bertepuk tangan lalu dibawa ke ke kepala. Aihh lucunya. 

Abi juga mulai protes kalau aku mau berangkat kerja. Dia nangis kalau aku pamit. Sabar ya sayang. Mama kan akan kembali ke rumah buat kalian. Anak-anakku tercinta.  Meski satu tahun, Abi baru bisa tidur sangat nyenyak kalau menyusui sambil tiduran alias tete bobo. Sirin, Ariq maupun Abi sepertinya enggan tidur sampai aku berada di sisi mereka. Itu setiap hari. Kecuali hari Sabtu, aku bisa menemani mereka seharian.

Di kantor, rapat setiap hari jam 10.00 pagi. Sejak usai Lebaran 2014, berubah jadi pukul 11.00. Agar mereka bisa tidur siang dan makan siang aku harus kembali ke rumah, apalagi
kalau si Bapak lagi kerja di luar kota. Biasanya kerjaan kantor selesai pukul 22.00 malam. Itu artinya, mama baru bisa menemui para jagoan kecilku di kisaran pukul 23.00 Wita. Mereka ditemani pengasuh/asisten Riska, dari Kabupaten Bone.

Riska ini sangat membantu aku membersihkan rumah dan menjaga anak-anak saat mama dan bapak bekerja. Kalau pulang larut malam pukul 23.00 Wita, Abi, Sirin dan Ariq sudah menunggu. Abi akan lompat-lompat dari duduknya. Tangan diangkat ke atas minta digendong. Sayaang, bukan kamu aja yang rindu. Mama juga kangen dengan Abi. Sirin dan Ariq biasanya nanya; Kenapa mama lama sekali baru pulang.

Ya... mama kan punya tanggung jawab. Kerja itu juga ibadah. Jadi harus selesai kerja dulu baru pulang... Mama kan sayang Sirin, Ariq dan Abi. Mama kerja tak hanya untuk menyalurkan hobi mama tapi juga untuk menabung agar anak-anak tersayangku pendidikannya terjamin di masa depan. 

Kalau sudah begitu, mereka akan mengerti. Apalagi Sirin dan Ariq kerap kuajak ke kantor melihat bagaimana mamanya bekerja. Jadi, mereka bisa lihat langsung kenapa mamanya pulang malam dan pergi pagi dari rumah.

Sirin sekarang lebih mudah mengerti. Apalagi putri kecilku yang lahir 25 November 2007 di RS Akademis Jaury, Makassar sudah kelas II Al Bashir di SDIT Al-Akhyar, Jl Arung Teko Sudiang. Gurunya Anita Dewi dan Khadijah. Guru yang sama saat Sirin di kelas I Ar Rahman. Sirin aku sekolahkan di SD saat berusia 5,7 tahun. Soalnya, aku lihat dia sudah bisa mandiri dan tidak manja.

Malah Sirin dua tahun di TK. Sekolah pertamanya di TK Islam Imam Syafii di BTN Tirasa Sudiang. Kurikulumnya agama dan private. Tapi Sirin bosan karena mainannya cuma dua  hehehe. Dasar anak-anak. Tahun berikutnya TK aku sekolahkan di TK umum Asoka, atas pilihannya sendiri. Sebelum ke Asoka, aku membawa Sirin ke TK Sudiang Asri, tempat Pidi, tetangga rumah sekolah. Tapi Sirin memilih Asoka karena melihat banyak mainan. 

Kakak Sirin dan Ariq Lomba Mewarnai di Lt 2 Graha Pena, 15 Mei 2014

Tamat di Asoka, aku dan bapak sekolahkan di SDIT Al Akhyar. Biaya masuk untuk sekolah bagi anakku yang suka make up dan meracik bahan apa saja ini, sebesar Rp7,1 juta. Lumayan mahal. SPP per bulan Rp350 ribu. Ga mengapa karena sekolahnya Akreditasi A. Kurikulum lebih banyak agama, ada pelajaran Bahasa Inggris dan Arab. Tiap pagi pukul 07.15 harus ada di sekolah. Pulang pukul 12.30 untuk kelas I, II dan III. Adapun anak kelas IV 
, V dan VI, pulang pukul 14.30 Wita. Ada transportasi untuk antar jemput yang disediakan. Tapi si bapak maunya pakai ojek atau diantar sendiri.

 Masih banyak cerita belum sempat ditulis. Nanti mama sambung lagi ya sayang... emmmuah