Minggu, 19 Juli 2009

Sirin, mama anggi dan papa Fatah




Timbulkan Infeksi

Tak hanya obat suntik yang banyak dijanjikan dapat menambah ukuran alat vital. Bentuk obat lainnya adalah olesan dengan minyak atau bahan tertentu juga ternyata tidak mampu menambah ukuran alat vital. Walaupun bisa hanya bersifat sementara layaknya bengkak usia digigit semut atau nyamuk. Dokter spesialis andrologi, Prof Randanan Bandaso mengungkapkan, obat oles juga tidak memiliki pengaruh yang baik bagi alat vital. Meksipun dapat memperbesar, tapi hanya sesaat. "Ya seperti digigit serangga. Besarnya penis juga sementara saja. Lalu kembali ke ukuran normal lagi," tandasnya. Bahkan, kata Randana, infeksi bisa saja terjadi. Apalagi yang melakukan terapi tidak memiliki basic medis dan alat-alat yang digunakan tidak steril. Meski dibersihkan, tapi belum tentu aman dari virus penyebab penyakit kelamin menular. "Semua perlakuan terhadap alat vital yang tidak steril dan sesuai standar, bisa saja menyebabkan infeksi. Semua infeksi bisa ada. Bahkan bisa mengalami sifilis atau gonorhoe," tandasnya. Menurut Randanan, sebenarnya pria tak perlu merasa kecil hati jika ukuran alat vitalnya tak besar. Sebab, meski dengan ukuran yang pas-pasan bahkan lebih kecil asalkan bisa ereksi (mengeras) justru lebih membahagiakan sang istri. "Tak perlu besar yang penting bisa berfungsi dengan baik dan ereksi. Daripadi menambah ukuran tapi dampaknya justru akan membahayakan ereksi itu sendiri. Kan sama saja, "ujar Randanan. Cara yang aman dan dapat menambah ukuran alat vital, katanya, dengan menggunakan kaca pembesar dan melihat penis di bawah kaca pembesar. (angriani.s.ugart/fajar)

Dampak Memperbesar Alat Vital


TAK asing lagi jika iklan mampu memperkuat stamina seks hingga memperbesar alat vital cukup menggiurkan sebagian pria. Tak sedikit yang terpengaruh. Padahal, sebenarnya tak ada cara yang mampu memperbesar alat vital. Malah efeknya dapat menimbulkan disfungsi ereksi alis impoten. Mungkin Anda pernah mendengar ada iklan yang menawarkan suntik minyak atau silikon dapat memperbesar dan menambah panjang penis pria. Benarkah suntik silikon aman dilakukan. Pakar andrologi lulusan Monas University, Melbourne, Prof Dr Randanan Bandaso, MSc, DFFM, SpPA (K), SpF, SpAnd, mengungkapkan, cukup banyak pria yang berkeinginan memperbesar alat vital dengan suntik silikon. Efek besar dan panjang memang terlihat. Tapi efek yang bisa muncul justru akan berbahaya. "Suntik silikon memang dapat merangsang terbentuknya jaringan ikat pada penis sehingga terlihat besar. Tapi silikon dapat merusak pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan disfungsi ereksi atau dikenal impoten. Itu kan lebih bahaya lagi bagi seorang pria," ujar Randanan. Anggota IDI Sulsel ini membeberkan banyak pasiennya yang menyesal menambah alat vital dengan suntik silikon maupun cara lainnya. Apalagi tak hanya dapat menyebabkan disfungsi ereksi, cairan silikon kata Randanan, juga bisa turun ke biji pelir atau testis. Akibatnya pria tersebut bisa mandul. "Jadi, kalau sudah dewasa sebenarnya tak perlu lagi memperbesar penis. Syukuran apa yang diberikan Tuhan. Lagipula calon istri kan tidak mengajukan syarat pria harus berpenis besar baru mau diajak menikah kan?," ujar mantan Kepala Bagian Patologi Anatomi FK Unhas ini. Berbeda jika usia masih anak-anak maksimal 13 tahun, ukuran penis yang kecil masih bisa diperbesar dengan bantuan hormon. Selebihnya tidak bisa dan tidak aman bagi reproduksi seorang pria.(nin)
TAK asing lagi jika iklan mampu memperkuat stamina seks hingga memperbesar alat vital cukup menggiurkan sebagian pria. Tak sedikit yang terpengaruh. Padahal, sebenarnya tak ada cara yang mampu memperbesar alat vital. Malah efeknya dapat menimbulkan disfungsi ereksi alis impoten. Mungkin Anda pernah mendengar ada iklan yang menawarkan suntik minyak atau silikon dapat memperbesar dan menambah panjang penis pria. Benarkah suntik silikon aman dilakukan. Pakar andrologi lulusan Monas University, Melbourne, Prof Dr Randanan Bandaso, MSc, DFFM, SpPA (K), SpF, SpAnd, mengungkapkan, cukup banyak pria yang berkeinginan memperbesar alat vital dengan suntik silikon. Efek besar dan panjang memang terlihat. Tapi efek yang bisa muncul justru akan berbahaya. "Suntik silikon memang dapat merangsang terbentuknya jaringan ikat pada penis sehingga terlihat besar. Tapi silikon dapat merusak pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan disfungsi ereksi atau dikenal impoten. Itu kan lebih bahaya lagi bagi seorang pria," ujar Randanan. Anggota IDI Sulsel ini membeberkan banyak pasiennya yang menyesal menambah alat vital dengan suntik silikon maupun cara lainnya. Apalagi tak hanya dapat menyebabkan disfungsi ereksi, cairan silikon kata Randanan, juga bisa turun ke biji pelir atau testis. Akibatnya pria tersebut bisa mandul. "Jadi, kalau sudah dewasa sebenarnya tak perlu lagi memperbesar penis. Syukuran apa yang diberikan Tuhan. Lagipula calon istri kan tidak mengajukan syarat pria harus berpenis besar baru mau diajak menikah kan?," ujar mantan Kepala Bagian Patologi Anatomi FK Unhas ini. Berbeda jika usia masih anak-anak maksimal 13 tahun, ukuran penis yang kecil masih bisa diperbesar dengan bantuan hormon. Selebihnya tidak bisa dan tidak aman bagi reproduksi seorang pria.(penulis:angriani.s.ugart/fajar)

Jangan Remehkan Nyeri Haid

Jangan Remehkan Nyeri Haid
NYERI haid kerap dikeluhkan kaum perempuan. Bahkan ada yang sampai tak bisa masuk kerja karena sakitnya. Hati-hati, bisa jadi Anda termasuk perempuan yang mengidap endometriosis.
Endometriosis merupakan suatu penyakit yang kronik, dan sering dijumpai dan mempengaruhi jutaan wanita di seluruh dunia. Penyebabnya sendiri hingga saat ini belum diketahui dengan pasti sehingga sering disebut penyakit yang penuh dengan teori. Oleh karena itu sampai sekarang ini endometriosis merupakan teka-teki yang membuat frustrasi penderita maupun dokter yang menanganinya. Hal ini disebabkan karena sering beratnya gejala atau dampak yang diakibatkannya tidak sesuai dengan beratnya penyakit. Apalagi terkadang endometriosis ringan saja sudah meyebabkan kesulitan wanita untuk hamil. Menurut dokter spesialis kandungan pada Poliklinik Kemandulan dan Ketua Tim Bayi Tabung Unit Pelayanan Reproduksi Manusia RS Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Makassar, Dr dr Nusratuddin Abdullah, SpOG (KE), dikatakan endometriosis jika suatu jaringan yang biasanya secara normal tumbuh dalam rahim (disebut endometrium) tiba-tiba tumbuh di luar rahim. Bahkan jaringan itu bisameluas ke mana-mana tidak hanya terbatas pada sekitar organ-organ rahim atau rongga panggul tapi bisa juga ke paru-paru, payudara dan organ-organ lain. "Endometriosis biasanya akan mempengaruhi wanita dalam usia reproduksi yaitu wanita yang masih mengalami menstruasi. Penyakit ini bisa terjadi setiap saat mulai periode umur menstruasi sampai menopause," ujar pria kelahiran Parepare, 25 Desember 1961 ini. Banyak para ahli sepakat bahwa endometriosis lebih sering ditemukan pada wanita yang belum punya anak. Bahkan beberapa diantaranya menyatakan bahwa menikah pada usia muda akan mencegah terjadinya penyakit ini. Tapi menurut Nusra, demikian ia disapa, hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena banyak wanita yang sudah punya anak juga menderita endometriosis. Angka kejadian penyakit ini lebih tinggi pada ras kulit putih dibandingkan dengan kulit berwarna, sekira 10-25 persen perempuan di Amerika dan Inggris menderita endometriosis. Kecenderungan wanita di negara barat untuk kawin di usia lanjut akan mempertinggi resiko terjadinya penyakit ini. Bagaimana endometriosis terjadi? Dosen Fakultas Kedokteran Unhas ini mengungkapkan, sel endometrium (jaringan yang membentuk struktur lapisan dalam rahim) bertumbuh dan berfungsi di luar rahim masih belum diketahui dengan pasti. Salah satu teori yang sangat relevan dan umum diterima adalah teori menstrusi retrograde, dimana sebagian darah haid yang bercampur dengan sel sel endometrium bergerak kembali ke tuba dan keluar ke rongga perut melalui saluran tuba saat siklus menstrusi normal. "Sel sel ini kemudian tertanam pada organ-organ panggul bahkan ke organ-organ lain seperti paruparu, payudara dan otak. Karena endometriosis ini dibentuk oleh sel yang sama dengan endometrium, maka fragmen ini akan berespon terhadap hormon-hormon yang mempengaruhi menstruasi," ujar konsultan FER (Fertilitas Endokrinologi Reproduksi) dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini. Namun demikian, lanjutnya, pendarahan yang disebabkan oleh endometriosis ini akan berdampak di organ-organ yang dihinggapinya karena tidak punya jalan keluar, sebagaimana layaknya endometrium normal dalam rahim yang setiap periode menstruasi dikeluarkan melalui vagina. (penulis: angriani s.ugart/fajar)

Menjelang Persalinan Silakan Bercinta

Jika pada usia kehamilan muda tidak disarankan melakukan hubungan seks, lantas kapan waktu yang tepat? Menurut dr Eddy Hartono, SpOG(K), ketika usia kehamilan (janin) di atas 16 minggu (tiga bulan) adalah waktu yang aman untuk bercinta. Alasannya, kondisi rahim sudah mulai sedikit kuat meski masih rawan bagi ibu hamil yang memiliki riwayat pendarahan dan keguguran. Berhubungan seks pada trimester ketiga atau usia kehamilan tujuh hingga sembilan bulan justru dibolehkan. Karena sperma diharapkan dapat memicu kontraksi dan melancarkan persalinan. Menurut Eddy, kontraksi sendiri dapat mendorong anak menuju mulut rahim yang perlahan membuka sehingga bayi akan lahir. Biasanya jika usia kandungan sudah cukup dan bayi belum lahir, dokter biasanya menginstruksikan agar pasangan melakukan hubungan seks untuk merancang kontraksi rahim. "Sperma mengandunghormon prostaglandin yang dapat memacu kontraksi. Jadi, tidak apa-apa berhubungan seks. Tapi, kalau kandungan masih pada trimester pertama, misalnya usia satu dua, atau tiga bulan sebaiknya hindari agar tidak terjadi keguguran,"ujar dr Eddy, yang juga tim Bayi Tabung dari RSWS ini. Saat kehamilan tua, janin mulai matang dan siap dilahirkan. Menurut Eddy, hubungan seks sebaiknya atas keinginan suami istri termasuk pengaturan posisi bercinta yang nyaman bagi si ibu. Eddy menjelaskan, hubungan intim tetap bisa dilakukan tetapi dengan posisi tertentu dan lebih hati-hati.Hubungan intim akan lebih aman bila sudah memasuki trimester kedua, di mana janin sudah mulai besar, sudah keluar dari rongga panggul, dan ari-ari sudah melekat pada dinding rahim, sehingga umumnya tidak mengganggu saat hubungan intim. "Jadi, silakan saja berhubungan seks tapi kalau sudah masa aman, yakni kehamilan trimester akhir," ujarnya. (angriani s.ugart/fajar)

Posisi Seks yang Nyaman

Sebenarnya tak ada aturan mengenai posisi hubungan seks saat sedang hamil. Yang jelas harus aman bagi si jabang bayi dan juga nyaman bagi si ibu dan suami. Menurut seksolog Prof Dr dr Randanan Bandaso, SpAnd, ibu-ibu dan suami boleh memilih posisi apa saja. Tapi senada dengan dokter spesialis kandungan, Randanan juga tidak menyarankan hubungan seks saat kehamilan muda. "Posisi apa saja yang penting pasangan nyaman dan bayi aman.Tapi kalau kandungan masih muda, dan memang tidak kuat rahimnya, jangan lalukan hubungan seks. Bisa keguguran," pesannya. Menurut alumni Fakultas Kedokteran Unhas, posisi seks sebenarnya suka sama suka alias atas kesepakatan pasangan suami istri. Tanpa ada paksaan baik dari istri maupun suami. Dengan begitu, hubungan seks bisa dinikmati dengan baik. Jika ibu hamil memiliki rahim yang kuat, menurut Randanan, bisa saja melakukan hubungan seks. Tapi lebih amannya, dia menyarankan setelah kehamilan di atas tiga bulan. Posisi suami di atas atau istri di atas menurut Randanan, boleh-boleh saja. Sepanjang keduanya sama-sama suka dan bisa mengontrol diri. "Posisi seperti biasa, bisa dilakukan. Misalnya istri di bawah atau istri di atas, bahkan menyamping bisa saja dilakukan," ujar Randanan. "Tapi kalau rahimnya cukup kuat," tambahnya. Bagaimana posisi bercinta pada kehamilan tua ketika perut mulai membesar? Lagi-lagi Randanan mengatakan, posisi seks bisa diatur agar perut ibu hamil tidak tertekan. Salah posisi seks yang bisa dilakukan adalah istri berbaring di tempat tidur dan suami di tepi ranjang berlutut. Sehingga tubuh suami tidak terlalu memberi penekanan pada perut ibu. "Yang penting saat perut mulai besar, hindari memberi tekanan berlebihan. Intinya, pilih posisi seks yang tidak menekan perut ibu hamil," ujar Randanan. Selain posisi suami berlutut di tepi pembaringan, posisi seks yang aman dan nyaman dilakukan saat hamil tua adalah menyamping atau woman on top (wanita di atas). Bila posisi menyamping bisa saling berhadapan atau dari belakang. (nin)

Seks saat Hamil

Tunda Seks Saat Hamil Muda

GELORA bercinta biasanya justru tumbuh saat seorang wanita sedang mengandung. Tapi, tak semua perempuan aman melakukan seks saat hamil. Lantas, kapan bercinta itu bisa dilakukan? Sebagian masyarakat percaya bahwa bercinta saat hamil sah-sah saja dilakukan. Apalagi, saat memasuki usia kandungan sudah tua. Melakukan hubungan seks saat menanti kelahiran bayi dipercaya mampu memuluskan persalinan.
Dalam agama Islam pun dikatakan, keinginan suami untuk berhubungan intim sebaiknya tidak ditolak oleh istri. Tapi bagaimana dari segi medis? Amankah bercinta dilakukan saat hamil? Benarkah hubungan intim dapat mempermudah kelahiran. Usia kehamilan dibagi menjadi tiga periode yang disebut trimester. Pada trimester pertama, dihitung pada kehamilan berusia satu sampai tiga bulan. Tiga bulan selanjutnya disebut trimester kedua. Usia kehamilan bulan ketujuh hingga ke sembilan disebut juga trimester ketiga. Menurut dokter kebidanan dan kandungan, Eddy Hartono dari Subbagian Fertilitas dan Endokrinologi Bagian Obstetri dan Ginekologi (Obgin) FK Unhas/RS Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Makassar, sebenarnya, hubungan suami istri saat hamil bisa saja dilakukan. Tapi bagi perempuan yang memiliki kandungan yang tidak kuat, sangat tidak dianjurkan melakukan hubungan seks, apalagi jika usia kandungan baru berusia satu hingga tiga bulan. "Sebenarnya berhubungan intim bisa dilakukan saat ibu sedang hamil. Tapi itu bisa dilakukan kalau sudah lewat dari trimester pertama atau usia kehamilan masih muda. Sebab pada kehamilan muda, rahim bisa kontraksi sehingga rawan keguguran," ujar Eddy. Menurut dokter yang juga bertugas di RS Elim Makassar ini, bercinta saat usia kandungan masih muda tidak dianjurkan karena sperma dapat memicu kontraksi rahim. Dalam sperma mengandung hormon bernama prostaglandin yang dapat memicu kontraksi. Jika rahim berkontraksi maka jabang bayi yang masih muda bisa saja gugur. Eddy mewanti-wanti agar ibu-ibu hamilyang memiliki riwayat perdarahan dan keguguran tidak berhubungan intim demi menjaga si jabang bayi. Sebab, sperma yang masuk ke rahim dapat merangsang terjadinya kontraksi pada rahim sehingga dapat menyebabkan kelahiran dini alias keguguran. Bahkan menurut Eddy, bagi ibu-ibu yang memiliki plasenta previa atau posisi plasenta di bawah dilarang berhubungan seks selama kehamilan. Sebab, akan membahayakan ibu dan calon bayinya. Bagaimana ibu hamil yang tidak punya riwayat keguguran? "Ibu-ibu yang tidak punya riwayat keguguran dan perdarahan juga sebenarnya tidak disarankan berhubungan seks. Tapi kalau memang mau bercinta, jangan terlalu hot. Sperma juga sebaiknya jangan tumpah di dalam," sarannya. (nin)