Minggu, 19 Juli 2009

Jangan Remehkan Nyeri Haid

Jangan Remehkan Nyeri Haid
NYERI haid kerap dikeluhkan kaum perempuan. Bahkan ada yang sampai tak bisa masuk kerja karena sakitnya. Hati-hati, bisa jadi Anda termasuk perempuan yang mengidap endometriosis.
Endometriosis merupakan suatu penyakit yang kronik, dan sering dijumpai dan mempengaruhi jutaan wanita di seluruh dunia. Penyebabnya sendiri hingga saat ini belum diketahui dengan pasti sehingga sering disebut penyakit yang penuh dengan teori. Oleh karena itu sampai sekarang ini endometriosis merupakan teka-teki yang membuat frustrasi penderita maupun dokter yang menanganinya. Hal ini disebabkan karena sering beratnya gejala atau dampak yang diakibatkannya tidak sesuai dengan beratnya penyakit. Apalagi terkadang endometriosis ringan saja sudah meyebabkan kesulitan wanita untuk hamil. Menurut dokter spesialis kandungan pada Poliklinik Kemandulan dan Ketua Tim Bayi Tabung Unit Pelayanan Reproduksi Manusia RS Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Makassar, Dr dr Nusratuddin Abdullah, SpOG (KE), dikatakan endometriosis jika suatu jaringan yang biasanya secara normal tumbuh dalam rahim (disebut endometrium) tiba-tiba tumbuh di luar rahim. Bahkan jaringan itu bisameluas ke mana-mana tidak hanya terbatas pada sekitar organ-organ rahim atau rongga panggul tapi bisa juga ke paru-paru, payudara dan organ-organ lain. "Endometriosis biasanya akan mempengaruhi wanita dalam usia reproduksi yaitu wanita yang masih mengalami menstruasi. Penyakit ini bisa terjadi setiap saat mulai periode umur menstruasi sampai menopause," ujar pria kelahiran Parepare, 25 Desember 1961 ini. Banyak para ahli sepakat bahwa endometriosis lebih sering ditemukan pada wanita yang belum punya anak. Bahkan beberapa diantaranya menyatakan bahwa menikah pada usia muda akan mencegah terjadinya penyakit ini. Tapi menurut Nusra, demikian ia disapa, hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena banyak wanita yang sudah punya anak juga menderita endometriosis. Angka kejadian penyakit ini lebih tinggi pada ras kulit putih dibandingkan dengan kulit berwarna, sekira 10-25 persen perempuan di Amerika dan Inggris menderita endometriosis. Kecenderungan wanita di negara barat untuk kawin di usia lanjut akan mempertinggi resiko terjadinya penyakit ini. Bagaimana endometriosis terjadi? Dosen Fakultas Kedokteran Unhas ini mengungkapkan, sel endometrium (jaringan yang membentuk struktur lapisan dalam rahim) bertumbuh dan berfungsi di luar rahim masih belum diketahui dengan pasti. Salah satu teori yang sangat relevan dan umum diterima adalah teori menstrusi retrograde, dimana sebagian darah haid yang bercampur dengan sel sel endometrium bergerak kembali ke tuba dan keluar ke rongga perut melalui saluran tuba saat siklus menstrusi normal. "Sel sel ini kemudian tertanam pada organ-organ panggul bahkan ke organ-organ lain seperti paruparu, payudara dan otak. Karena endometriosis ini dibentuk oleh sel yang sama dengan endometrium, maka fragmen ini akan berespon terhadap hormon-hormon yang mempengaruhi menstruasi," ujar konsultan FER (Fertilitas Endokrinologi Reproduksi) dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini. Namun demikian, lanjutnya, pendarahan yang disebabkan oleh endometriosis ini akan berdampak di organ-organ yang dihinggapinya karena tidak punya jalan keluar, sebagaimana layaknya endometrium normal dalam rahim yang setiap periode menstruasi dikeluarkan melalui vagina. (penulis: angriani s.ugart/fajar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar