Selasa, 25 September 2018

Menikmati Wisata di Gili Trawangan



Pulau Tanpa Kendaraan Bermotor

SUDAH punya pilihan tempat berlibur? Jika belum, bersiaplah menikmati keindahan sunset pantai berpasir putih Gili Trawangan dan cycling tour keliling pulau.

Gili Trawangan termasuk destinasi wisata yang populer di dunia yang memiliki sarana dan fasilitas modern. Namun udaranya bersih karena tak satu pun kendaraan bermotor yang penulis temui kecuali alat transportasi berupa sepeda dan cidomo. Di Makassar, kita menyebut cidomo ini dengan bendi atau delman.  

                           Cidomo yang bisa mengantar wisatawan tur keliling pulau. Photo by Anggi S Ugart

       Mereka menyewakan kudanya untuk dipakai berkeliling.Kuda ini sudah jinak lo! Photo by Anggi S Ugart

Lokasinya strategis, dekat Bali. Cukup 30 menit dengan fast boat dari Bali ke Trawangan. Fasilitas akomodasi, hiburan dan wisatanya berkelas inernasional. Meski demikian, keindahan pantai dan bawah lautnya serta warisan budaya begitu terjaga. Inilah yang menjadi magnet bagi wisatawan utamanya mancanegara. Sulawesi Selatan, pun sebenarnya memiliki pulau andalan yakni Samalona, Kodingareng Keke dan Kayangan, Camba Cambang dan Kapoposang.

                        Ini hotel terkenal yang kami tempati selama liputan di Trawangan
                                         

                          Salah satu fasilitas kolam renang yang dimiliki Vila Ombak..Photo by Anggi S Ugart


                                         Kamar tidur yang nyaman dan lengkap fasilitasnya. Photo by Anggi S Ugart

                      Ada beberapa tempat main catur di Ombak. Salah satunya ini nih. Jumbo size heheheh

                                         Berpose di depan salah ruang VIP Room

Hanya saja, kita kalah jauh dari segi pengelolaan. Fasilitas akomodasi mulai dari kelas bungalow hingga resort mewah bisa Anda temui. Tarifnya, Rp300 ribu per kamar hingga jutaan rupiah. Kafe, restoran, bar, club malam bertebaran di sepanjang pantai. Menunya pun internasional. Mulai Eropa, Italia dan Asia. Semua lengkap. Tak heran jika Telkomsel memilih Gili Trawangan sebagai lokasi Media Gathering Nasional 2018 pada 11-13 Mei lalu.

                         Kami start dari Pantai Mentigi menuju Trawangan.Photo by anggi s ugart


                         Rombongan Gathering Telkomsel siap start dari Mentigi ke Gili Trawangan

                      Ini di atas speed boat. Waktu tempuh Mentigi ke Trawangan hanya 15 menit.

Kami start dari pantai pasir putih, Mentigi Lombok Utara. Waktu tempuhnya hanya 10 menit dengan speet boat. Gili artinya pulau kecil. Awalnya, pulau yang secara administratif masuk ke Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini adalah perkampungan nelayan.

 Kini, telah beralih wujud menjadi pulau wisata modern yang menawarkan berbagai paket akomodasi dan diving. Biasanya pada musim libur Juni hingga Agustus, traffic kunjungan wisatawan meningkat. Tak hanya ke Trawangan tetapi juga ke dua gili lainnya, Meno dan Gili Air. Apalagi jarak antara ketiga pulau ini hanya butuh waktu 10 menit dengan speed boat.
      
Turis asal Uruguay, Luis Alfredo menjadikan Trawangan sebagai destinasi keduanya setelah menjelajah keindahan Bali. Pantai pasir putih, sunset, dan kegiatan snorkeling menjadi favoritnya. Luis tidak sendiri. Dia bersama teman-temannya, Olga dan Gabriella. “Kami dari Bali dan menuju ke Trawangan. Kami di sini sudah hampir sepekan. Besok (Minggu) akan kembali ke Uruguay. Pantai di sini sangat cantik. Lautnya juga indah,” ujar Luis yang menjagokan tim sepak bola negaranya menjadi champions di World Cup 2018 di Rusia.
                               Dermaga Vila Ombak, Gili Trawangan. Photo by Anggi S Ugart


                             Dermaga Gili Trawangan. Cantiknya sudah terlihat. 

Kembali ke Trawangan. Jika memilih berangkat dari Mentigi ke Trawangan, Anda harus merogoh kocek Rp400 ribu untuk mencarter speed boat untuk satu kali jalan. Kapasitasnya, hanya 10 orang lengkap dengan life vest atau pelampung. Namun ada juga kapal yang berkapasitas hingga 20 orang. “Musim seperti ini sudah mulai ramai, Mbak. Juni sampai Agustus kebanyakan dari Eropa. Ada yang ke Trawangan ada juga yang ke Gili Meno dan ke Air. Jaraknya kan dekat dan sama-sama cantik pantainya,” ujar Boka, pemuda asli Lombok yang menjadi nakhoda speed boat.

   Keindahan pantai Gili Trawangan di pagi hari. Mei 2018. Photo by Anggi S. Ugart 



Sebenarnya, ada tiga gili yang terkenal wisatanya di Lombok yakni Trawangan, Meno dan Gili Air.Ketiga gili ini disebut juga Gili Matra dan masuk dalam kawasan Konservasi Perairan Nasional. Letaknya berjejer dan yang terdekat dengan Pulau Lombok adalah Air lalu Meno kemudian Trawangan.
Dibanding Air dan Meno, Gili Trawangan yang begitu populer. Trawangan tergolong yang paling luas dibanding kedua gili lainnya. Luasnya mencapai 340 hektare. Adapun Gili Air luasnya 188 hektare, dan Meno seluas 150 hektare. Di Meno inilah ada penangkaran penyu dan patung eksentrik berupa manusia yang berada di bawah permukaan laut. 
Di Trawangan, kita bisa memulai cycling tour atau bersepeda keliling pulau menuju sunset spot sepanjang 2,5 kilometer. Di Sunset spot nanti Anda akan menemui ayunan bertulis Ombak Sunset. Ini adalah ayunan pertama hadir di Trawangan dan hits di media sosial. Kini, ayunan serupa sudah banyak didirikan di pantai.  Di spot inilah, turis asing berderet menanti tenggelamnya matahari di peraduan.

                      Menanti sunset, para turis duduk di sepanjang pantai Trawangan. Photo by anggi s. ugart
                               




Penulis pun memilih cycling tour ketimbang cidomo. Lebih leluasa jika ingin mampir berfoto di spot foto yang indah. Tarif sewa sepeda juga murah, Rp50 ribu sekali sewa.Jika Anda memilih cidomo bersama teman-teman juga menarik. Satu kali naik, siapkan Rp300 ribu.  
Sepanjang perjalanan, Anda akan banyak menemui turis asing. Penduduk lokal berada di bagian tengah pulau. “Massage, Mbak,” ujar perempuan paruh baya berkulit sawo matang, tersenyum ramah. Saya memarkir sepeda. Mendekat dan melihat seorang perempuan muda lainnya sedang memijat seorang pria. 

                               Icip- icip jajanan traditional night market in Gili Trawangan.Photo by Anggi S Ugart


                 Turis sedang menikmati Massage dari Ibu Asia, warga asli Trawangan.Photo by Anggi S ugart

           Salah satu kafe di pantai Gili Trawangan. Tertata dan nyaman untuk bersantai. Beberapa                      diantaranya menyediakan screen untuk memutar film. Photo by Anggi S Ugart
                      Hewan itu harus disayang dulu, biar kita tidak terlempar hahahah. Apalagi baru kenal.

Menurut Asiah, perempuan yang menawarkan jasa pijat,satu kali pijat tarifnya Rp100 ribu per jam. Sebenarnya penasaran juga ingin mencoba pijatan khas Lombok , tetapi nanti sajalah. Masih ada acara berkuda dan main ayunan yang tak boleh dilewatkan jika berlibur di Trawangan.
Selain cycling tour dan cidomo, berkuda di sepanjang pantai wajib Anda coba. Bahkan Manager Corporate Communications Telkomsel Area IV  Pamasuka, Rina Dwi Noviani tak ketinggalan menunggangi kuda Lombok di pantai. "Seru nih, naik kuda di tepi pantai,"ujar wanita berjilbab ini tersenyum riang. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar