Jumat, 15 Agustus 2014
Sudah sangat lama yang tidak menulis blog. Maklum, banyak kerjaan. Satu lagi yang jadi alasan adalah aku sudah memiliki Farabi Fathuddin. Putra ketigaku yang tampan mirip orang Korea hehheehehe.
Saat ini, Abi, panggilan sayang untuk Farabi sudah setahun usianya. Dia lahir Senin pagi 29 Juli 2014 pukul 10.59 WIta di RS Awal Bros Jakarta. Pakai Inhealh. Asuransi dari Harian FAJAR, Makassar perusahaan media tempatku bekerja sejak tahun 2001 silam.
| Mama Anggi dan Fatin Najla' Sirin Fathuddin |
| Fatin Najla Sirin Fathuddin, FAJAR, 15 Mei 2014 |
| Farabi Fathuddin Usia 10 Bulan |
| Mama Anggi dan Ariq Achtar Fathuddin 15 Mei2014 |
Seperti anak-anak Mama sebelumnya, Fatin Najla'Sirin, Arif Achtar Fathuddin, Abi juga anak yang sehat, lucu menggemaskan dan pintar. Sekarang Abi sudah bisa bilang papa, ma-ma, chachaca... kalau ada sesuatu yang diinginkan. Abi juga bisa mengikuti gerakan saat mama menyanyikan : Tepuk-tepuk tangan bersuka-suka.... Tangan di kepala... tangan di pinggang. Abi pun akan bertepuk tangan lalu dibawa ke ke kepala. Aihh lucunya.
Abi juga mulai protes kalau aku mau berangkat kerja. Dia nangis kalau aku pamit. Sabar ya sayang. Mama kan akan kembali ke rumah buat kalian. Anak-anakku tercinta. Meski satu tahun, Abi baru bisa tidur sangat nyenyak kalau menyusui sambil tiduran alias tete bobo. Sirin, Ariq maupun Abi sepertinya enggan tidur sampai aku berada di sisi mereka. Itu setiap hari. Kecuali hari Sabtu, aku bisa menemani mereka seharian.
Di kantor, rapat setiap hari jam 10.00 pagi. Sejak usai Lebaran 2014, berubah jadi pukul 11.00. Agar mereka bisa tidur siang dan makan siang aku harus kembali ke rumah, apalagi
kalau si Bapak lagi kerja di luar kota. Biasanya kerjaan kantor selesai pukul 22.00 malam. Itu artinya, mama baru bisa menemui para jagoan kecilku di kisaran pukul 23.00 Wita. Mereka ditemani pengasuh/asisten Riska, dari Kabupaten Bone.
Riska ini sangat membantu aku membersihkan rumah dan menjaga anak-anak saat mama dan bapak bekerja. Kalau pulang larut malam pukul 23.00 Wita, Abi, Sirin dan Ariq sudah menunggu. Abi akan lompat-lompat dari duduknya. Tangan diangkat ke atas minta digendong. Sayaang, bukan kamu aja yang rindu. Mama juga kangen dengan Abi. Sirin dan Ariq biasanya nanya; Kenapa mama lama sekali baru pulang.
Ya... mama kan punya tanggung jawab. Kerja itu juga ibadah. Jadi harus selesai kerja dulu baru pulang... Mama kan sayang Sirin, Ariq dan Abi. Mama kerja tak hanya untuk menyalurkan hobi mama tapi juga untuk menabung agar anak-anak tersayangku pendidikannya terjamin di masa depan.
Kalau sudah begitu, mereka akan mengerti. Apalagi Sirin dan Ariq kerap kuajak ke kantor melihat bagaimana mamanya bekerja. Jadi, mereka bisa lihat langsung kenapa mamanya pulang malam dan pergi pagi dari rumah.
Sirin sekarang lebih mudah mengerti. Apalagi putri kecilku yang lahir 25 November 2007 di RS Akademis Jaury, Makassar sudah kelas II Al Bashir di SDIT Al-Akhyar, Jl Arung Teko Sudiang. Gurunya Anita Dewi dan Khadijah. Guru yang sama saat Sirin di kelas I Ar Rahman. Sirin aku sekolahkan di SD saat berusia 5,7 tahun. Soalnya, aku lihat dia sudah bisa mandiri dan tidak manja.
Malah Sirin dua tahun di TK. Sekolah pertamanya di TK Islam Imam Syafii di BTN Tirasa Sudiang. Kurikulumnya agama dan private. Tapi Sirin bosan karena mainannya cuma dua hehehe. Dasar anak-anak. Tahun berikutnya TK aku sekolahkan di TK umum Asoka, atas pilihannya sendiri. Sebelum ke Asoka, aku membawa Sirin ke TK Sudiang Asri, tempat Pidi, tetangga rumah sekolah. Tapi Sirin memilih Asoka karena melihat banyak mainan.
| Kakak Sirin dan Ariq Lomba Mewarnai di Lt 2 Graha Pena, 15 Mei 2014 |
Tamat di Asoka, aku dan bapak sekolahkan di SDIT Al Akhyar. Biaya masuk untuk sekolah bagi anakku yang suka make up dan meracik bahan apa saja ini, sebesar Rp7,1 juta. Lumayan mahal. SPP per bulan Rp350 ribu. Ga mengapa karena sekolahnya Akreditasi A. Kurikulum lebih banyak agama, ada pelajaran Bahasa Inggris dan Arab. Tiap pagi pukul 07.15 harus ada di sekolah. Pulang pukul 12.30 untuk kelas I, II dan III. Adapun anak kelas IV
, V dan VI, pulang pukul 14.30 Wita. Ada transportasi untuk antar jemput yang disediakan. Tapi si bapak maunya pakai ojek atau diantar sendiri.
Masih banyak cerita belum sempat ditulis. Nanti mama sambung lagi ya sayang... emmmuah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar